|

Berikut anda bisa menyimak :
Rekaman Ceramah
RADIO SUARA QUR'AN 94,4 FM
(Radio milik Pesantren Al-ukhuwah Sukoharjo)
Ceramah disampaikan oleh :
Ustadz Abu Qotadah
(Mudir Pesantren Ihyaussunnah Tasikmalaya)
Tempat di Masjid Ibnu Usaimin Mahad Al-ukhuwah Sukoharjo
Rekaman terdiri dari :
1. (Khutbah Jumat) Tentang Bahaya Bid’ah 2. Meraih Keutamaan Dzulhijjah
Silahkan simak kajian berikut semoga bermanfaat “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada di hari Arafah.” (HR. Muslim)مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam:
Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)
Imam al-Thabari dalam menafsirkan “وَلَيَالٍ عَشْرٍ” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514) “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ Perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala: Di dalam perjalanan hidup di dunia ini, kita akan menjumpai hari-hari yang Allah Ta’ala berikan keutamaan di dalamnya, yaitu dengan dilipatgandakannya balasan amalan dengan pahala yang berlipat, tidak seperti hari-hari biasanya. Di antara hari-hari tersebut adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Menyimak disini :
http://suaraquran.com/audio-meraih-keutamaan-dzulhijjah-ust-abu-qotadah-plus-khutbah-jumat-sukoharjo-28-oktober-2011/ |